PEeNA JURNALIST * Kamis 02 Maret 2006
POMOSDA - Hanya Loser dan Pathetic yang tidak pernah berusaha meraih apa yang dia inginkan dalam hidupnya. Untung, para calon wartawan POMOSDA tidak memiliki sifat seperti itu. Mereka punya nyali yang cukup besar untuk bersaing pada audisi nanti. Selain itu, banyak sekali persiapan yang telah mereka lakukan dalam menghadapi seleksi nanti. Ada yang minta bimbingan ke crew jurnalist, ada yang belajar buat gambar-gambar khususnya bagi calon layouter, dan ada juga yang buat coret-coretan.
“Takut tereliminasi sich enggak, tapi namanya saja manusia, jadi yach…kita harus berusaha semampu kita walaupun harus berkorban baik waktu ataupun materil. Hanya saja kita harus berpegang teguh pada keyakinan bahwasanya di dunia ini semuanya adalah mungkin. Jadi, nggak usach kuatir dan minder. Walaupun kelihatannya sulit, cobalah dahulu. Karena banyak jalan menuju Roma!!!,”Kata salah satu calon Jurnalist yang nggak mau disebutkan namanya.
Tapi setelah diputuskan Redaksi bahwasanya akan diadakannya seleksi karena jumlah pendaftar yang melampaui batas yang telah ditetapkan oleh redaksi, maka, mau nggak mau pasti ada dari mereka yang harus rela mengurungkan niatnya untuk menjadi wartawan POMOSDA. Truss…bagaimana mereka menanggapi masalah ini ? Ayo sama-sama kita dengarkan celoteh mereka!!!
Dewi Fajarwati, siswi kelas X1 (satu) ini mengaku pasrah jika ia tereliminasi pada audisi nanti.”Yang pasti akan sangat kecewa jika aku tidak diterima di Redaksi PeeNA. Tapi Aku sich ngga’ apa-apa. Mungkin bukan keberuntunganku saja. Dan aku akan tetap suka sama yang namanya wartawan POMOSDA. Karena aku adalah salah satu pengefans berat anak jurnalist loch,”jelasnya kepada Aries PEeNA.
The next ada Sukron M yang mendaftar sebagai calon layouter. Cowok asal sumatra ini berpendapat it’s OK jika ia tereliminasi dalam audisi. “Aku akan terus mencoba dan mencoba menjadi seorang jurnalist yang sejati. Walupun itu berat sekali rintangannya. Tapi semuanya tergantung pada diri kita masing-masing. Asalkan kita berusaha, aku yakin kita pasti bisa!!!,”Yakinnya.
Masih Sukron, selain keyakinan yang kita miliki, kita harus juga punya lingkungan dan situasi yang mendukung. Agar sesuatu yang kita cita-citakan bisa tercapai dengan mudah,”Tambahnya.
Sama halnya dengan Lailatul Abidah, salah satu siswi kelas X1 (satu) SMA POMOSDA.”Aku udach nyoba dan mengerahkan semua kemampuanku. Seandainya gagal, mungkin itu bukan keberuntunganku kali yach…..Dan diterima aja apa adanya, jadikanlah itu semua sebagai cambuk untuk menjadi yang lebih baik,”Cerutunya.
Dari celoteh-celoteh mereka kita bisa simpulkan bahwasanya perasaan pertama yang muncul pastilah “kecewa”. Truss, bagaimana tanggapan dari anak jurnalist sendiri mengenai hal itu??
”Sebenarnya kami (Redaksi) tidak ingin membuat salah satu diantara mereka menjadi kecewa. Tapi ini sudah menjadi suatu ketentuan dan kesepakatan dari kami yang harus dijalankan, ya mau bagaimana lagi!!!,”Ungkap Fefy, salah satu redaksi PEeNA.
Wach…tampaknya akan terjadi persaingan seru nich untuk memperebutkan ketujuh posisi di redaksi PeeNA. Pengen tahu cerita selanjutnya?. Nantikan kisahnya hanya di POMOSDA Inside…(Kaya’ cuplikan film Aja).
(ries)