Walau Sulit, Tapi Asyik !!!

PEeNA JURNALIST * Minggu 05 Maret 2006

Jadi wartawan kadang memang membuat orang menjadi pusing. Apalagi bagi mereka yang jarang memegang pena untuk corat-coret. Tapi ada sesuatu dibalik kesulitan itu. Pengen tahu ? Simak kesan-kesan para calon wartawan berikut :

Kesan pertama sungguh menggoda diungkap oleh Joni ( Bukan nama sebenarnya), salah satu peserta audisi yang tidak mau disebutkan namanya.”Aku sich memang pusing dalam pembuatan berita, tapi dibalik kepusingan itulah aku merasakan sesuatu hal yang berbeda yang sebelumnya belum pernah aku rasakan. Pokoknya, Jadi Wartawan ? Siapa Takut!!!,”Tukasnya.

“Kalau kesan pertama sungguh menggoda, maka kesan kedua terserah anda”dilontarkan oleh De Rossi (Juga nama samaran) yang ikut audisi sebagai calon layouter.”Susah, asyik, enak, pahit, kecut, asem, dan yang pasti tak terlupakan. Asyiknya pada saat aku wawancara dan susahnya tuch pada saat pembuatan berita. Soalnya aku bingung ngerangkaikan kata-kata,”Akunya.

Memang beragam pengalaman yang didapat oleh para calon wartawan. Dan yang pasti pengalaman itu takkan terlupakan. Mungkin saat ini mereka (Para calon wartawan) sedang dag dig dug der menunggu hasil audisi kemaren. Kira-kira siapa yach…yang lolos audisi ? Nantikan kelanjutannya!!!. (ries)

Waktu Menjadi kendala

PEeNA JURNALIST * Sabtu 04 Maret 2006

POMOSDA- Rencana penyeleksian calon wartawan sekolah berjalan sesuai dengan rencana pada jum’at, 03 Maret 2006 kemaren. Dari sembilan belas nama-nama yang dipanggil untuk mengikuti seleksi, hanya satu yang tidak hadir. Itu artinya dia telah dianggap mengundurkan diri oleh redaksi. Sedangkan delapan belas calon wartawan lainnya tetap berambisi untuk dapat menjadi bagian dari redaksi PeeNA JURNALIST.

Seleksi dimulai pukul 08.30 WIB dan berakhir hingga pada pikul 15.30 WIB. Mereka dituntut untuk menyelesaikan tugasnya dalam jangka waktu 7 jam.”Special calon surveyor, kami sengaja memberi tugas kepada mereka untuk mencari berita tentang laboratorium komputer yang bertempat di STT POMOSDA. Baik itu prosentase, pengunjung laboratorium, sejarah berdirinya, atau lainnya. Yang penting kami menerima hasilnya,”Tegas Aries PEeNA yang memimpin audisi kemaren.

Aries menambahkan bahwa layouter tidaklah mendapatkan tugas yang sama dengan surveyor. Akan tetapi mereka dituntut untuk mengeluarkan ekpresi dan imajinasinya. Yaitu dengan membuat ilustrasi dan hiasan pada selembar kertas kosong yang diibaratkan berita yang akan dilayout.

Aries PEeNA juga menyatakan bahwa calon wartawan yang tidak mengumpulkan hasil kerjaannya pada pukul 15.30 WIB, sore kemaren, maka dia akan didiskualifikasi. Truss, bagaimana perasaan calon-calon wartawan POMOSDA ketika terjun langsung ke lapang ?

Pengalaman pertama akan diungkap oleh Oktavia, salah seorang siswi kelas X 2 yang ikut terjun langsung menjadi seorang surveyor. Kata dia, aku pusiiiing banget, terutama pada perangkaian kata saat pembuatan berita. Selain itu waktunya juga sangat singkat banget. Ya…ngebut dech jadinya,”Ungkapnya kepada Redaksi PEeNA.

Hal yang sama juga diungkap oleh fitriyani, cewek perwakilan X 2 ini juga mengelih soal waktu yang ditentukan oleh redaksi.”Waktunya itu terlalu singkat, jadinya aku harus kerja keras untuk membuat berita. Apalgi narasumber yang akan tak wawancarai juga sibuk dengan kerjaannya,”Keluhnya.

Lain surveyor, lain pula calon layouter. Yuli Fatmawati, siswi POMOSDA asal Nganjuk ini juga mengelihkan soal waktu yang telah ditentukan Redaksi. Pasalnya, dia sempat ngebut saat ngerjakan tugasnya.

“Kami memang sudah membuat kesepakatan pada rapat Redaksi kemaren, 02 Maret 2006, bahwasanya waktu yang kami berikan hanya dalam jangka waktu 7 jam. Itu pun kami juga sudah menyesuaikan dengan aktivitas kita sebagai seorang pelajar POMOSDA. Jadi selain dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya, calon wartawan juga dituntut untuk bisa mengatur waktu mereka,”Ungkap Istirokah, salah seorang jurnalist PEeNA.

Nach…yang ini calon wartawan pualiing kocak. Pengen tahu siapa dia ? Yang pasti dia adalah satu-satunya perwakilan dari X 5. dia sempat tanya ke salah satu crew jurnalist tentang cara-cara pembuatan berita. Kata dia, jadi wartwan itu bikin pusing. Aku sebenarnya udach nyelesaikan tugasku. Tapi karena isinya salah semua, mau nggak mau aku harus nulis ulang dari awal dan nyari narasumber lagi untuk melengkapi beritaku. Apalagi waktunya singkat banget. Akhirnya aku ngumpulkan berita masih dalam keadaan acak-acakan,”Sesalnya kepada Daniel PEeNA.(ries)

Sibuknya Jadi Wartawan

PEeNA JURNALIST * Jumat 03 Maret 2006

POMOSDA- Para Jurnalist senior mulai diselimuti dengan beberapa kesibukan dalam mempersiapkan audisi yang rencananya akan diadakan hari ini pada pukul 08.00 WIB. Dari mempersiapkan bahan yang akan diujikan hingga cara penilaiannya. Ada juga diantara mereka yang mendapat bagian tugas untuk meliput audisi nanti.

Bersamaan dengan diselenggarakannya seleksi nanti, juga akan diadakan pembinaan pembuatan mading tiap kelas yang akan dibimbing langsung dari crew jurnalist. Karena waktu kedua acara tersebut bersamaan yaitu pada pukul 08.00 WIB, maka telah disepakati pada rapat redaksi kemaren, 02 Maret 2006 bahwasanya para jurnalists akan mendapatkan job-job tersendiri. Antara lain Aries, Fefy, Istik akan bertugas dalam penyeleksian anggota baru PEeNA JURNALIST. Sedangkan Fahmi, widarti, dan Nurul akan ikut ambil bagian dalam pembinaan mading tiap kelas yang akan dipelopori langsung oleh KSP.

“Kami tidak mau acara yang telah kami rencanakan sebelumnya hancur berantakan. Oleh sebab itu, kami (Redaksi PEeNA) membagi tugas-tugas perbagian agar semuanya berjalan dengan lancar,”Jelas Aries.(ries)

Kecewa Sich… So Pasti !!!

PEeNA JURNALIST * Kamis 02 Maret 2006

POMOSDA - Hanya Loser dan Pathetic yang tidak pernah berusaha meraih apa yang dia inginkan dalam hidupnya. Untung, para calon wartawan POMOSDA tidak memiliki sifat seperti itu. Mereka punya nyali yang cukup besar untuk bersaing pada audisi nanti. Selain itu, banyak sekali persiapan yang telah mereka lakukan dalam menghadapi seleksi nanti. Ada yang minta bimbingan ke crew jurnalist, ada yang belajar buat gambar-gambar khususnya bagi calon layouter, dan ada juga yang buat coret-coretan.

“Takut tereliminasi sich enggak, tapi namanya saja manusia, jadi yach…kita harus berusaha semampu kita walaupun harus berkorban baik waktu ataupun materil. Hanya saja kita harus berpegang teguh pada keyakinan bahwasanya di dunia ini semuanya adalah mungkin. Jadi, nggak usach kuatir dan minder. Walaupun kelihatannya sulit, cobalah dahulu. Karena banyak jalan menuju Roma!!!,”Kata salah satu calon Jurnalist yang nggak mau disebutkan namanya.

Tapi setelah diputuskan Redaksi bahwasanya akan diadakannya seleksi karena jumlah pendaftar yang melampaui batas yang telah ditetapkan oleh redaksi, maka, mau nggak mau pasti ada dari mereka yang harus rela mengurungkan niatnya untuk menjadi wartawan POMOSDA. Truss…bagaimana mereka menanggapi masalah ini ? Ayo sama-sama kita dengarkan celoteh mereka!!!

Dewi Fajarwati, siswi kelas X1 (satu) ini mengaku pasrah jika ia tereliminasi pada audisi nanti.”Yang pasti akan sangat kecewa jika aku tidak diterima di Redaksi PeeNA. Tapi Aku sich ngga’ apa-apa. Mungkin bukan keberuntunganku saja. Dan aku akan tetap suka sama yang namanya wartawan POMOSDA. Karena aku adalah salah satu pengefans berat anak jurnalist loch,”jelasnya kepada Aries PEeNA.

The next ada Sukron M yang mendaftar sebagai calon layouter. Cowok asal sumatra ini berpendapat it’s OK jika ia tereliminasi dalam audisi. “Aku akan terus mencoba dan mencoba menjadi seorang jurnalist yang sejati. Walupun itu berat sekali rintangannya. Tapi semuanya tergantung pada diri kita masing-masing. Asalkan kita berusaha, aku yakin kita pasti bisa!!!,”Yakinnya.

Masih Sukron, selain keyakinan yang kita miliki, kita harus juga punya lingkungan dan situasi yang mendukung. Agar sesuatu yang kita cita-citakan bisa tercapai dengan mudah,”Tambahnya.

Sama halnya dengan Lailatul Abidah, salah satu siswi kelas X1 (satu) SMA POMOSDA.”Aku udach nyoba dan mengerahkan semua kemampuanku. Seandainya gagal, mungkin itu bukan keberuntunganku kali yach…..Dan diterima aja apa adanya, jadikanlah itu semua sebagai cambuk untuk menjadi yang lebih baik,”Cerutunya.

Dari celoteh-celoteh mereka kita bisa simpulkan bahwasanya perasaan pertama yang muncul pastilah “kecewa”. Truss, bagaimana tanggapan dari anak jurnalist sendiri mengenai hal itu??

”Sebenarnya kami (Redaksi) tidak ingin membuat salah satu diantara mereka menjadi kecewa. Tapi ini sudah menjadi suatu ketentuan dan kesepakatan dari kami yang harus dijalankan, ya mau bagaimana lagi!!!,”Ungkap Fefy, salah satu redaksi PEeNA.

Wach…tampaknya akan terjadi persaingan seru nich untuk memperebutkan ketujuh posisi di redaksi PeeNA. Pengen tahu cerita selanjutnya?. Nantikan kisahnya hanya di POMOSDA Inside…(Kaya’ cuplikan film Aja).(ries)

Capeknya Bukan Main

PEeNA JURNALIST * Sabtu 20 Mei 2006

POMOSDA- Setelah beberapa hari berada di Bumi Perkemahan (Bendungan Turi), akhirnya kemaren, kamis 18 Mei 2006 para peserta Perkemahan Santri POMOSDA 4 (PERSADA 4) bersiap-siap menuju ke asrama. Mereka tiba di asrama sekitar pukul 12.30 WIB dengan 3 truk. Tentunya dengan beberapa barang yang mereka bawa ketika akan berangkat ke Bumi Perkemahan . Akan tetapi kini agak sedikit ringan karena barang-barang bekal mereka sudah habis dan juga beberapa peralatan mereka yang ada ditinggal di sana.

Tak seperti biasanya, begitulah kata-kata yang patut dilontarkan untuk mereka. Yang biasanya berangkat dengan wajah berseri-seri dan dengan diiringi lagu-lagu pramuka, namun, kebiasaan itu tak terlihat ketika mereka dalam perjalanan pulang kemaren.

Siapa sich yang nggak ngerasa capek setelah melaksanakan kegiatan yang super full?. Begitulah kira-kira penyebab mereka menjadi berubah. ”Bukan hanya capek saja, badan ini rasanya kayak nggak bisa digerakkan saja,”Ungkap salah satu peserta yang baru turun dari truk.

”Kami maklum jika mereka mengalami kelelahan, karena kegiatan Perkemahan kemaren memang super full, saya saja juga sempat nggak bisa jalan,”Ungkap salah satu panitia santri yang enggan disebutkan namanya.

Berakhirnya acara Perkemahan Santri POMOSDA 4 (PERSADA 4) pada kamis, 18 Mei 2006 kemaren secara otomatis juga mempengaruhi jalannya kegiatan harian pondok. Karena setibanya di pondok, hampir semua santri tidur hingga terbunyi adzan maghrib. Dan ada pula yang tidur hingga pagi hari. Khususnya santri putra. Apalagi malam jum’at kemaren adalah malam jum’at legi. Jadi tidak ada persiapan untuk kebersihan, piket dapur, hingga persiapan untuk jaga malam.

Akhirnya semua kegiatan menjadi tak terkontrol. Untung saja kakak-kakak kelas tiga yang telah selesai melaksanakan Ujian bersedia membantu KSP untuk piket jaga malam. Hal ini meringankan sedikit beban KSP.(ries)

Rombak Waktu dan Tempat

PEeNA JURNALIST * Senin 15 Mei 2006

POMOSDA- Terjawab sudah tanda tanya besar soal waktu dan tempat pelaksanaan PERSADA 4. Yang sebelumnya disepakati bahwa perkemahan akan dilaksanakan pada 15 Mei 2006 sampai 18 Mei 2006 di lapangan Desa Sidorejo Kec. Sawahan Kab. Nganjuk, kini semuanya dirombak total. Yaitu beralih pada 16 Mei 2006 sampai 18 ei 2006 di Bendungan Turi-Kediri. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua panitia persada 4, Ust. Nuril Anwar Pada rapat panitia yang dilaksanakan tadi malam di mushola barat. Ust. Nuril tidak menyampaikan secara pasti sebab perombakan tersebut, akan tetapi yang jelas keputusan tersebut diterimanya langsung dari Bapak Kepala Sekolah.

Rapat tadi malam merupakan rapat akhir panitia Perkemahan Santri POMOSDA 4 (PERSADA 4). Selain membahas tentang perombakan tempat dan waktu, rapat panitia tadi malam juga membahas tentang Checking akhir dan juga kesiapan dari setiap seksi sebelum going to Bendungan Turi-Kediri. Dan ditambahi dengan sambutan dari ketua panitia yang berisi tentang beberapa motivasi-motivasi untuk panitia untuk selalu menjaga kekompakan dalam melaksanakan tugasnya. Sedangkan masalah Checking akhir juga ditanggapi serius oleh para panitia. seperti apakah hasil perbincangan mereka?

Dari sie. Giatop memang merubah beberapa acara yang akan dilaksanakan pada hari-H nanti. Hal itu disebabkan karena adanya perubahan waktu yang semulanya 4 hari berubah menjadi 3 hari.”Jadi mau nggak mau kami harus melakukan beberapa perubahan yang terkait dengan acara pada hari-H nanti. Kalau tidak bisa kacau nantinya,”Kata salah satu perwakilan dari sie. Giatop.

Sedangkan permasalahan lainnya terdapat pada Sie. Perlengkapan. Yang mana kebutuhan bambu untuk pembuatan tiang tenda masih terdapat beberapa kekurangan. Kekurangan tersebut antara lain dialami beberapa Sangga yang masih belum mendapatkan jatah bambu untuk pembuatan tiang tenda mereka. Akan tetapi kendala tersebut bukanlah masalah yang serius. Karena Sie. Perlengkapan akan segera memenuhi kekurangan tersebut.(ries)

Takut Tangan Jadi Kasar !!!

PEeNA JURNALIST * Minggu 14 Mei 2006

POMOSDA- Bukan kegiatan namanya kalau tidak ada kesibukan terlebih dahulu. Demikian pula persiapan para peserta PERSADA 4 menjelang hari-H. Banyak hal yang mereka persiapkan. Mulai dari Perlengkapan perregu yang meliputi alat-alat masak, perlengkapan tenda, dan juga perlengkapan pribadi yang akan dibawa ke bumi perkemahan.

Dalam mempersiapkan segala kebutuhan tersebut, para peserta harus bekerja sama dengan teman seregunya yang mana telah dibagi oleh panitia. Kesibukan mereka terlihat sejak jum’at kemaren. Mereka rela mengorbankan hari liburnya demi mempersiapkan semua kebutuhan nantinya. Selain itu hari jum’at kemaren juga digunakan para peserta untuk belajar bagaimana cara memasang tenda. Maklumlah bagi mereka yang bukan dari ekstrakulikuler Pramuka/PMR.

”Hari ini merupakan hari yang tersibuk buat aku. Sejak pagi sampai siang aku bekerja keras bersama teman-teman membuat pasak, tiang, dan buanyak dech....yang dipersiapkan.,”Ungkap salah seorang ketua sangga putra.

Banyak tugas yang harus mereka selesaikan. Apalagi bagi peserta yang baru pertama kali ini mengikuti Perkemahan Santri POMOSDA (PERSADA). ”Pokoknya bingung dech...padahal pada waktu SMP aku juga pernah ikut perkemahan. Akan tetapi Perkemahan POMOSDA ini memang beda dech...butuh pemikiran sebelum mengerjakannya,”Ungkap Neni (Nama samaran)

Akan tetapi ada sedikit kendala dalam mempersiapkan kebutuhan para peserta. Terutama para peserta putri yang kesulitan mengerjakan pekerjaan anak cowok. Seperti membuat pasak, tiang, dan kebutuhan tenda yang lainnya.”Suebell dech...masa’ aku disuruh potong-potong bambu sich, jadi kasar nich tanganku....tapi it’s OK dech, inikan demi aku sendiri. Biar bisa hidup mandiri,”Ulas Rika (Nama Palsu).

Selain itu ada juga dari peserta cewek yang meminta bantuan pada para peserta cowok. Tentunya dengan rayuan donk.”Bukan cewek donk kalau ngga’ bisa ngerayu cowok. Masa’ cowok ngga’ mau berkorban demi cewek sich...,”Tukas salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu para panitia juga sibuk dengan tugas-tugas kepanitiannya. Ada yang memusyawarahkan acara yang akan dilaksanakannya pada waktu PERSADA nanti, ada juga yang mempersiapkan tentang perlengkapan, dan masih banyak lagi tugas panitia yang lainnya.(ries)